Pages

Senin, 22 Agustus 2016

Inilah Panorama Keindahan Wisata Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur

Inilah Panorama Keindahan Wisata Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur
Inilah Panorama Keindahan Wisata Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. REKLAMASI di sepanjang tepian pantai berpasir putih Kampung Ujung sudah mengubah wajah Labuan Bajo di Kab Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Perkampungan penangkap ikan itu sekarang jadi pusat kuliner, belanja, & surga wisata dunia. Gelombang kunjungan turis dari tidak sedikit negeri membanjiri kawasan itu tiap-tiap hri.

Di antara beberapa ratus ruang makan & toko yg isi jurusan pesisir itu, warung makan ikan laut milik Jefri (44) salah satu yg paling ramai disinggahi. Sejak pukul 15.00 sampai menjelang pukul 05.00 Wita, ruangan itu bagai tidak sempat beristirahat. ”Walaupun hingga malam, masihlah ada yg singgah buat makan,” ujarnya, Jumat (12/8/2016).

Tiap-tiap hri, 30 kilogram sampai 40 kilogram ikan habis diolah jadi sop ikan, kuah asam, ikan bakar bumbu kecap, maupun ikan goreng. Jefri meraup omzet Rupiah 1,5 juta sampai Rupiah 2 juta per hri.

Jefri ialah salah satu warga lokal yg berhasil mengembangkan bisnis seiring melesatnya pertumbuhan bagian pariwisata Labuan Bajo.

Istrinya, Anita (42), menggandeng terhubung bisnis kuliner sesudah mereka menikah. Dari bisnis tersebut, pasangan ini bisa membeli sebidang tanah berukuran 10 meter x 20 meter & membangun hunian megah berharga Rupiah 650 juta.

Sesudah bertahun-tahun menghuni hunian bagan (apung), keduanya sekarang menetap di darat. Jarak hunian mereka lebih kurang 4 km dari pantai. ”Rumah bagan telah kami tinggalkan,” papar Jefri.

Keajaiban dunia

Dunia melirik Labuan Bajo sesudah komodo dinominasikan dalam tujuh keajaiban baru dunia (New 7 Wonder). Jumlah kehadiran wisatawan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) konsisten meningkat. Th 2013, jumlah kunjungan mencapai 363.765 wisatawan. Jumlah itu naik kepada 2014 jadi 397.543 wisatawan.

Turis yg singgah di Labuan Bajo rata rata mau berkunjung ke Pulau Komodo & Pulau Rinca yg yaitu habitat komodo. Ada juga Pulau Padar utk menjelajahi perbukitan & menikmati teluk-teluk nan indah dari ketinggian. Bagi wisatawan kesukaan kusus, tidak sedikit area indah utk menyelam & snorkeling di antara pulaupulau mungil yg tersebar disekitar Labuan Bajo.

Ruang wisata yg tidak kalah spesial yaitu pantai-pantai berpasir merah atau dinamakan Pink Beach. Kawasan ini tidak salah kalau dinamakan surga wisata.

banyak wisatawan meneruskan perjalanan mereka dari Pink Beach, menyusuri daratan Pulau Flores mulai sejak dari Labuan Bajo sampai Maumere.

masih banyak pilihan area wisata yg menarik seperti pantai-pantai berpasir putih, baik di jurusan selatan ataupun utara. Kelestarian beberapa ratus desa kebiasaan tetap terjaga. Ada pun Danau Kelimutu. Sentra kerajinan tenun ikat Flores serta bertebaran di sepanjang perjalanan.

Daya Pikat alam Labuan Bajo mendorong investasi pembisnis luar daerah & asing. Lahan di sepanjang pesisir itu nyaris habis terjual. Perkampungan penangkap ikan & kebun berganti jadi hotel, restoran & bar, juga kantor agen perjalanan wisata antarpulau & pusat info turis.

Jefri beruntung membeli tanah buat rumahnya empat th dulu bersama harga Rupiah 25 juta per 250 meter persegi. Buat ukuran yg sama, harga tanah sekarang telah melambung 10 kali lipat.

Orang asing

Salah satu orang penduduk Labuhan Bajo, Alfin Latubatara (46), mengemukakan, lahan tertentu dibeli orang asing bersama atas nama penduduk Indonesia. Lahan yg dikuasai pendatang rata-rata terletak di pesisir pantai. Tidak Sedikit masyarakat lokal tergiur dgn duit lantas jual kebunnya.

Persaingan di antara makelar tanah serta menciptakan harga lahan meningkat tajam. Lahan 2.500 meter persegi di pesisir pantai lebih kurang pusat kota Labuan Bajo yg masihlah Rupiah 15 juta kepada 2005 saat ini melambung menjadi Rupiah 10 miliar.

Sesudah berlimpah duit, mereka tak sanggup memanfaatkannya buat bisnis produktif. Duit lebih tidak sedikit berhamburan di lokasi hiburan tengah malam. Sesudah nyaris kehabisan duit, mereka menyingkir ke pegunungan buat kembali berkebun.
Sinyo Lewar (34), nakhoda MV Cahaya Lusia, memaparkan, tidak sedikit pulau mungil di Manggarai Barat diserahkan pemerintah pada pihak asing utk dikelola. Pulau Kanawa, contohnya, dipunyai penuh oleh dua penduduk negeri Spanyol & Italia.

Pulau Bidadari jadi milik satu orang masyarakat negeri Inggris. Sementara Pulau Sebayur milik masyarakat negeri Italia. Sinyo biasa mengantar wisatawan asing ke sana utk menyelam & snorkeling.

Terkecuali MV Cahaya Lusia, ada kurang lebih 150 kapal motor melayani perjalanan wisata ke Pulau Komodo & sekitarnya. Nyaris 95 % banyak kapal itu milik masyarakat lokal. Pada Awal Mulanya kapal dimanfaatkan buat menangkap ikan.

Kurang siap

Alfin melanjutkan, penduduk lokal kurang siap mental menghadapi perubahan yg demikian drastis di Labuan Bajo. Sesudah keran pariwisata di buka lewat Sail Komodo 2013, Labuan Bajo jadi salah satu destinasi wisata paling baik dunia.
Pemerintah Indonesia memasukkan Labuan Bajo yang merupakan satu dari 10 kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). Kesempatan itulah yg belum dimaksimalkan masyarakat lokal. Minimnya sumber daya manusia jadi persoalan.

Intervensi pemerintah amat lemah dalam memberdayakan penduduk lokal. Padahal, seandainya serius, tidak sedikit potensi yg dapat digarap, seperti bisnis kopi, gula rebok (dari pohon enau), & tenun ikat.

”Kami punyai tidak sedikit potensi, tapi belum ada product UKM (bisnis mungil & menengah) yg mampu diangkat juga sebagai suvenir khas Manggarai Barat layaknya di daerah wisata yang lain,” kata Alfin.

Kesempatan business di bidang pertanian & peternakan yg semestinya mampu dikerjakan masyarakat lokal pula belum tidak sedikit dipakai. Daging, sayur, buah-buahan, & beras buat keperluan hotel & hunian makan tidak sedikit didatangkan dari Bali, Nusa Tenggara Barat, & Sulawesi Selatan. Padahal, tidak sedikit lahan kosong menganggur.

”Bahan pangan yg dipasok dari masyarakat lokal teramat sedikit. Tak lebih dari 15 prosen,” tutur Alfin.

Oleh lantaran itu, jangan sampai biarkan keberadaan warga lokal yang merupakan penonton semata. Butuh pemberdayaan. Tidak Dengan itu, pariwisata Labuan Bajo cuma dapat menimbulkan persoalan sosial baru

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © 2014 Tridaddycoaching.com. All Rights Reserved.